Leiden, Belanda, Risiko perempuan terkena serangan
jantung dapat mulai meningkat bahkan sejak dalam kandungan. Sebuah
penelitian baru-baru ini menemukan risiko perempuan terkena serangan
jantung meningkat lebih dari delapan kali jika terjadi perubahan dalam
gen tertentu.
Perubahan ini telah diketahui dapat disebabkan oleh stres yang dialami di dalam rahim, contohnya kekurangan nutrisi.
"Kesehatan
seseorang dimulai sejak di dalam rahim," kata peneliti Bas Heijmans,
pakar epidemiologi molekuler di Leiden University Medical Center di
Belanda seperti dilansir myhealthnewsdaily.com, Selasa (29/11/2011).
Temuan
ini mendukung gagasan bahwa kondisi sejak awal kehidupan, misalnya
kebiasaan ibu selama kehamilan, ikut mempengaruhi risiko bayi terserang
penyakit jantung di kemudian hari.
Para peneliti ingin menemukan
gen yang bisa memberitahu kondisi seseorang sejak awal kehidupan,
misalnya paparan terhadap alkohol atau asap rokok. Gen ini kemudian
dapat digunakan sebagai penanda risiko penyakit di kemudian hari.
Penelitian yang dimuat dalam International Journal of Epidemiology ini melibatkan 1.654 orang peserta berusia 70-82 tahun yang tidak mengalami serangan jantung sebelum penelitian dimulai.
Setelah
tiga tahun, sebanyak 122 orang mengalami serangan jantung. Para
peneliti kemudian membandingkan DNA korban serangan jantung tersebut
dengan 126 orang peserta penelitian yang tidak mengalami serangan
jantung pada usia dan karakteristik yang serupa.
Para peneliti
mencari perubahan yang terjadi dalam enam gen yang diketahui dipengaruhi
oleh lingkungan rahim. Selama perubahan ini, suatu bahan kimia
ditambahkan ke DNA untuk melihat gen mana saja yang mengalami perubahan.
Mereka
menemukan terdapat dua gen yang berkaitan dengan peningkatan risiko
serangan jantung. Perempuan yang mengalami perubahan dalam salah satu
gennya 2,8 kali lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan
dengan perempuan yang tidak mengalami perubahan den.
Sedangkan perempuan yang mengalami perubahan pada dua gennya 8,6 kali lebih mungkin mengalami serangan jantung.
Uniknya,
hubungan antara perubahan gen dan risiko serangan jantung tidak
ditemukan untuk pria. Para peneliti tidak yakin mengapa hal ini dapat
terjadi. Bisa jadi pria cenderung memiliki serangan jantung pada usia
lebih awal dari peserta yang masuk dalam penelitian ini.
Karena
penelitian ini termasuk kecil, perkiraan peningkatan risiko pada
perempuan harus dipahami dengan hati-hati. Penelitian yang lebih besar
dengan cakupan kelompok yang lebih luas diperlukan untuk menentukan
estimasi risiko yang lebih akurat.
(sumber : www.detik.com)
Survei terbaru menunjukkan, pasangan yang sudah menikah cenderung
mendapatkan sedikit waktu berolahraga yang secara tidak langsung membuat
mereka berisiko mengalami gangguan penyakit.
Sebuah jajak pendapat di Inggris menemukan bahwa pasangan yang sudah menikah tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk melakukan aktivitas fisik selama 150 menit, ketimbang mereka yang masih lajang.
"Karena orang-orang yang sudah menikah merasa sudah tua dan memiliki tanggung jawab lebih untuk anak-anak mereka sehingga membatasi pola aktivitas mereka. Akhir pekan adalah kesempatan emas untuk membawa mereka keluar dan menikmati lingkungan alam yang telah terbukti memberikan manfaat tambahan," ucap Dr Len Almond, profesor tamu di St Mary University College.
Sementara itu Prof Dame Sally Davies, mengatakan, melakukan sedikit aktivitas fisik setiap hari akan memberikan manfaat besar. "Orang dewasa sekarang bisa mendapatkan waktu selama 150 menit dalam seminggu untuk tetap aktif pada sepuluh menit. Hal ini bisa didapat dari kegiatan sehari-hari yang menyenangkan seperti berjalan atau bahkan membersihkan rumah," katanya.
Sebuah penelitian akademik yang dipublikasikan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pasangan yang sudah menikah dua kali lebih cenderung menjadi gemuk daripada rekan-rekan mereka yang lajang.
Sumber : Telegraph
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Datuk Hasan Abdul Rahman menuturkan bulan suci Ramadan merupakan momentum yang pas bagi perokok untuk berhenti. Menurut dia dari sebuah studi disebutkan 95 persen perokok Muslim mengatakan lebih mudah berhenti merokok selama bulan Ramadan.
“Berpuasa 14 jam secara tidak langsung membantu perokok berhenti merokok lebih mudah karena mereka bisa mengendalikan dorongan untuk merokok,” ujarnya seperti dilansir oleh kantor berita Bernama.
Hasan melanjutkan kalau pihaknya mengintensifkan kampanye anti-merokok dengan mengusung slogan “Ramadan Titik Awal Menuju Berhenti Merokok”.
Dikatakan Hasan, apabila kampanye anti-rokok efektif dilakukan saat Ramadan, dapat dipastikan pemerintah bisa mengurangi pengeluaran untuk subsidi pasien jantung, kanker paru dan penyakit kronis lainnya.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), lima juta orang di seluruh dunia meninggal akibat merokok setiap tahunnya. "Jumlah ini tidak termasuk 600.000 non-perokok, termasuk 150.000 anak-anak yang akan mati dari paparan asap rokok," urainya.
Di 2030 jumlah orang yang meninggal karena rokok akan meningkat lagi yakni 27.400 kematian setiap hari atau 2.280 kematian per jam atau satu kematian setiap tiga detik.
REPUBLIKA.CO.ID, AUCKLAND - Ibu hamil, berhati-hatilah dengan posisi
tidurnya. Sebuah studi di Selandia Baru menyarankan, untuk mengurangi
risiko bayi lahir mati, ibu hamil disarankan untuk tidur dengan posisi
miring ke kiri.
Read more: Posisi Tidur Ibu Hamil Berpengaruh pada Keselamatan Bayi Saat Persalinan?
Geli, gatal, kemerahan dan perih adalah reaksi yang ditimbulkan bila Anda menyentuh atau terkena ulat bulu yang beracun. Lantas bagaimana cara menghindari dan mengobati serangan ulat bulu?
Read more: Cara Menghindari dan Mengobati Serangan Ulat Bulu
Berikut sejumlah berita terkait Kongres IKA ITS 2011: http://www.investor.co.id/national/wapres-buka-kongres-ika-its/21382 http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/index2.php?option=com_content&do_pdf\…
MORE