Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
  • HOT NEWS
Fokus: IKA ITS dukung pelaksanaan Eco Campus ITS - Sunday, 25 December 2011 22:44
Fokus: Penting Partisipasi Alumni ITS Pada Setiap Kegiatan IKA ITS - Thursday, 17 November 2011 15:12
Fokus: Raker IKA ITS 2011 di Cilegon : ITS untuk Indonesia - Wednesday, 02 November 2011 10:52
Fokus: Irnanda Laksanawan Pimpin IKA ITS - Sunday, 09 October 2011 01:55
Fokus: Pemerintah Akan Dirikan Institut Teknologi Negeri Baru - Saturday, 08 October 2011 00:56
Fokus: Menkop UKM Dorong IKA ITS Tumbuhkan Wirausaha Muda - Friday, 07 October 2011 12:59
YOU ARE HERE Home Berita Jendela Kesahatan

Jendela Kesahatan

Serangan Jantung Wanita Bisa Diprediksi Sejak di Kandungan

Read more: Serangan Jantung Wanita Bisa Diprediksi Sejak di KandunganLeiden, Belanda, Risiko perempuan terkena serangan jantung dapat mulai meningkat bahkan sejak dalam kandungan. Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan risiko perempuan terkena serangan jantung meningkat lebih dari delapan kali jika terjadi perubahan dalam gen tertentu.

Perubahan ini telah diketahui dapat disebabkan oleh stres yang dialami di dalam rahim, contohnya kekurangan nutrisi.

"Kesehatan seseorang dimulai sejak di dalam rahim," kata peneliti Bas Heijmans, pakar epidemiologi molekuler di Leiden University Medical Center di Belanda seperti dilansir myhealthnewsdaily.com, Selasa (29/11/2011).

Temuan ini mendukung gagasan bahwa kondisi sejak awal kehidupan, misalnya kebiasaan ibu selama kehamilan, ikut mempengaruhi risiko bayi terserang penyakit jantung di kemudian hari.

Para peneliti ingin menemukan gen yang bisa memberitahu kondisi seseorang sejak awal kehidupan, misalnya paparan terhadap alkohol atau asap rokok. Gen ini kemudian dapat digunakan sebagai penanda risiko penyakit di kemudian hari.

Penelitian yang dimuat dalam International Journal of Epidemiology ini melibatkan 1.654 orang peserta berusia 70-82 tahun yang tidak mengalami serangan jantung sebelum penelitian dimulai.

Setelah tiga tahun, sebanyak 122 orang mengalami serangan jantung. Para peneliti kemudian membandingkan DNA korban serangan jantung tersebut dengan 126 orang peserta penelitian yang tidak mengalami serangan jantung pada usia dan karakteristik yang serupa.

Para peneliti mencari perubahan yang terjadi dalam enam gen yang diketahui dipengaruhi oleh lingkungan rahim. Selama perubahan ini, suatu bahan kimia ditambahkan ke DNA untuk melihat gen mana saja yang mengalami perubahan.

Mereka menemukan terdapat dua gen yang berkaitan dengan peningkatan risiko serangan jantung. Perempuan yang mengalami perubahan dalam salah satu gennya 2,8 kali lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan dengan perempuan yang tidak mengalami perubahan den.

Sedangkan perempuan yang mengalami perubahan pada dua gennya 8,6 kali lebih mungkin mengalami serangan jantung.

Uniknya, hubungan antara perubahan gen dan risiko serangan jantung tidak ditemukan untuk pria. Para peneliti tidak yakin mengapa hal ini dapat terjadi. Bisa jadi pria cenderung memiliki serangan jantung pada usia lebih awal dari peserta yang masuk dalam penelitian ini.

Karena penelitian ini termasuk kecil, perkiraan peningkatan risiko pada perempuan harus dipahami dengan hati-hati. Penelitian yang lebih besar dengan cakupan kelompok yang lebih luas diperlukan untuk menentukan estimasi risiko yang lebih akurat.


(sumber : www.detik.com)

Pasca Menikah, Orang Cenderung Malas Olahraga

Read more: Pasca Menikah, Orang Cenderung Malas OlahragaSurvei terbaru menunjukkan, pasangan yang sudah menikah cenderung mendapatkan sedikit waktu berolahraga yang secara tidak langsung membuat mereka berisiko mengalami gangguan penyakit.

Sebuah jajak pendapat di Inggris menemukan bahwa pasangan yang sudah menikah tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk melakukan aktivitas fisik selama 150 menit, ketimbang mereka yang masih lajang.

"Karena orang-orang yang sudah menikah merasa sudah tua dan memiliki tanggung jawab lebih untuk anak-anak mereka sehingga membatasi pola aktivitas mereka. Akhir pekan adalah kesempatan emas untuk membawa mereka keluar dan menikmati lingkungan alam yang telah terbukti memberikan manfaat tambahan," ucap Dr Len Almond, profesor tamu di St Mary University College.

Sementara itu Prof Dame Sally Davies, mengatakan, melakukan sedikit aktivitas fisik setiap hari akan memberikan manfaat besar. "Orang dewasa sekarang bisa mendapatkan waktu selama 150 menit dalam seminggu untuk tetap aktif pada sepuluh menit. Hal ini bisa didapat dari kegiatan sehari-hari yang menyenangkan seperti berjalan atau bahkan membersihkan rumah," katanya.

Sebuah penelitian akademik yang dipublikasikan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pasangan yang sudah menikah dua kali lebih cenderung menjadi gemuk daripada rekan-rekan mereka yang lajang.


Sumber : Telegraph

Ramadan Momentum untuk Stop Merokok

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Datuk Hasan Abdul Rahman menuturkan bulan suci Ramadan merupakan momentum yang pas bagi perokok untuk berhenti. Menurut dia dari sebuah studi disebutkan 95 persen perokok Muslim mengatakan lebih mudah berhenti merokok selama bulan Ramadan.

“Berpuasa 14 jam secara tidak langsung membantu perokok berhenti merokok lebih mudah karena mereka bisa mengendalikan dorongan untuk merokok,” ujarnya seperti dilansir oleh kantor berita Bernama.

Hasan melanjutkan kalau pihaknya mengintensifkan kampanye anti-merokok dengan mengusung slogan “Ramadan Titik Awal Menuju Berhenti Merokok”.

Dikatakan Hasan, apabila kampanye anti-rokok efektif dilakukan saat Ramadan, dapat dipastikan pemerintah bisa mengurangi pengeluaran untuk subsidi pasien jantung, kanker paru dan penyakit kronis lainnya.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), lima juta orang di seluruh dunia meninggal akibat merokok setiap tahunnya. "Jumlah ini tidak termasuk 600.000 non-perokok, termasuk 150.000 anak-anak yang akan mati dari paparan asap rokok," urainya.

Di 2030  jumlah orang yang meninggal karena rokok akan meningkat lagi yakni 27.400 kematian setiap hari atau 2.280 kematian per jam atau satu kematian setiap tiga detik.

Posisi Tidur Ibu Hamil Berpengaruh pada Keselamatan Bayi Saat Persalinan?

Read more: Posisi Tidur Ibu Hamil Berpengaruh pada Keselamatan Bayi Saat Persalinan?REPUBLIKA.CO.ID, AUCKLAND - Ibu hamil, berhati-hatilah dengan posisi tidurnya. Sebuah studi di Selandia Baru menyarankan, untuk mengurangi risiko bayi lahir mati, ibu hamil disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri.

Read more: Posisi Tidur Ibu Hamil Berpengaruh pada Keselamatan Bayi Saat Persalinan?

Cara Menghindari dan Mengobati Serangan Ulat Bulu

Read more: Cara Menghindari dan Mengobati Serangan Ulat BuluGeli, gatal, kemerahan dan perih adalah reaksi yang ditimbulkan bila Anda menyentuh atau terkena ulat bulu yang beracun. Lantas bagaimana cara menghindari dan mengobati serangan ulat bulu?

Read more: Cara Menghindari dan Mengobati Serangan Ulat Bulu

Serba-Serbi

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.com
  • Berita Kongres IKA ITS di media online

    Berikut sejumlah berita terkait Kongres IKA ITS 2011: http://www.investor.co.id/national/wapres-buka-kongres-ika-its/21382 http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/index2.php?option=com_content&do_pdf\…

Jakarta : Royal Palace Building B-11, Jl. Prof. Dr. Soepomo SH, 178 A, Jakart Selatan Telp : (021) 83708013 fax : (021) 8314214
Surabaya : Jl. Cokroaminoto 12 A, Surabaya telp : (031) 5685556, fax : (031) 5619099 website : www.alumniits.com, e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.