Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
  • HOT NEWS
Fokus: IKA ITS dukung pelaksanaan Eco Campus ITS - Sunday, 25 December 2011 22:44
Fokus: Penting Partisipasi Alumni ITS Pada Setiap Kegiatan IKA ITS - Thursday, 17 November 2011 15:12
Fokus: Raker IKA ITS 2011 di Cilegon : ITS untuk Indonesia - Wednesday, 02 November 2011 10:52
Fokus: Irnanda Laksanawan Pimpin IKA ITS - Sunday, 09 October 2011 01:55
Fokus: Pemerintah Akan Dirikan Institut Teknologi Negeri Baru - Saturday, 08 October 2011 00:56
Fokus: Menkop UKM Dorong IKA ITS Tumbuhkan Wirausaha Muda - Friday, 07 October 2011 12:59
YOU ARE HERE Home Berita Jendela Kesahatan Risiko Menunda Kehamilan

Jendela Kesahatan

Risiko Menunda Kehamilan


Apakah rencana ini bisa menyebabkan masalah, misalnya saya sulit hamil nanti, atau akan mengalami kehamilan berisiko karena usia yang sudah tidak muda? Risiko apa saja yang mungkin akan saya hadapi? Terima kasih. - Aninda, Jakarta.


Jawaban oleh dr. Dyah Irawati SpOG (Dokter spesialis kebidanan dan kandungan Brawijaya Women and Children Hospital: Halo Aninda, Beberapa tahun terakhir memang cukup banyak pasangan muda yang menunda kehamilan usai pernikahan, baik karena pekerjaan, ingin melanjutkan sekolah atau merasa belum siap memiliki anak. Perlu diketahui, sel telur (ovum) yang dimiliki perempuan tidak akan bertambah sejak dilahirkan. Setiap bulan sebagian sel telur akan matang (siap dibuahi) dan sebagian lain akan menjadi atresia (tidak berkembang).

Dengan bertambahnya usia, sel telur yang kita punya makin sedikit. Dengan bertambahnya usia, fertilitas kita (kemampuan untuk hamil) makin berkurang. Pada usia 20-24 tahun, fertilitas perempuan mencapai 100 persen. Pada usia 35-39 tahun, fertilitas tinggal 60 persen, bahkan hanya 25 persen pada usia 40-44 tahun. Bertambah "tua"nya  sel telur, juga memungkinkan terjadinya kehamilan dengan kelainan kongenital pada bayi (cacat bawaan). Dari penelitian didapatkan bahwa kemungkinan terjadinya cacat bawaan pada bayi yang dikandung ibu berusia di atas 35 tahun 3 kali lipat lebih sering dijumpai dibandingkan pada ibu yang berusia lebih muda.

Jadi, menunda kehamilan hingga usia 28 tahun masih boleh. Diskusikan dengan (calon) suami mengenai jumlah anak yang diinginkan, sehingga sebelum usia 35 tahun, proses kehamilan dan melahirkan sudah selesai. Ingat juga bahwa jarak antar anak sebaiknya 2 tahun. Sebelum menunda kehamilan, sebaiknya Anda dan pasangan memeriksakan diri untk memastikan organ dan fungsi reproduksi dalam keadaan baik. Yang juga penting, optimalkan kondisi sebelum kehamilan (persiapan prakonsepsi). Salah satunya dengan mengkonsumsi asam folat yang cukup.

Serba-Serbi

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.com
  • Berita Kongres IKA ITS di media online

    Berikut sejumlah berita terkait Kongres IKA ITS 2011: http://www.investor.co.id/national/wapres-buka-kongres-ika-its/21382 http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/index2.php?option=com_content&do_pdf\…

Jakarta : Royal Palace Building B-11, Jl. Prof. Dr. Soepomo SH, 178 A, Jakart Selatan Telp : (021) 83708013 fax : (021) 8314214
Surabaya : Jl. Cokroaminoto 12 A, Surabaya telp : (031) 5685556, fax : (031) 5619099 website : www.alumniits.com, e-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.